Monday, 11 September 2017

Mengingat Terror Abal-abal 11 September 2001:

        Dalam sebuah ulasan prediktif tentang perubahan geopolitis pada artikel berjudul The Great Game of Caspian Sea Oil tahun 1996, Andre Gunther Frank menguraikan bahwa cadangan minyak di Timur Tengah dalam kurun 30 tahun mendatang akan habis. Karena itu, eksplorasi minyak akan dialihkan ke negara-negara di sekitar Laut Caspia, yang dalam penelitian dan eksplorasi merupakan area yang mengandung cadangan minyak bumi terbesar. 
        Pengusaha-pengusaha minyak -- terutama Rockefeller group -- berusaha menjalin hubungan dengan negara-negara sekitar Laut Caspia seperti Kazakhtan, Uzbekistan, Azerbaijan, Turkmenistan untuk berinvestasi. Problem utama dari usaha investasi di bidang pertambangan minyak itu adalah fakta bahwa negara-negara sekitar Laut Caspia yang bekas bagian Uni Soviet itu sebagian  sudah menjalin hubungan sosial-ekonomi-politik dengan Rusia dan Cina. Azerbaijan, Uzbekistan dan Turkmenistan yang berhasil didekati adalah negara-negara yang tidak memiliki jalur laut yang bisa mengalirkan minyak keluar dari kawasan Asia Tengah itu.

           Saat Iran terlibat perang dengan lrak sejak tahun 1979, pada 1986 Imam Khomainy memerintahkan pembangunan pipa minyak ke perbatasan Azerbaijan dan perbatasan Turkmenistan. Tahun 1989 jalur pipa minyak yang dibangun di garis belakang medan tempur itu jaraknya tinggal beberapa kilometer dari perbatasan. Dan saat perjanjian damai ditetapkan tahun 1990, jalur pipa minyak lran sudah tersambung dengan Azerbaijan dan Turkmenistan. Aliran minyak pun disalurkan oleh lran dari Turkmenistan dan Azerbaijan ke Lautan Hindia.
           Dengan analisis yang sangat cermat dan penuh perhitungan Andre Gunther Frank memprediksi bahwa dalam rangka menguasai cadangan minyak dan menyalurkannya ailran minyak dari negara-negara sekitar Laut Caspia ke Lautan Hindia, sangat mungkin Afghanistan diserang oleh Sekutu yang dimotori Amerika Serikat. Sebab letak Afghanistan yang strategi, yang memungkinkan bagi usaha mengalirkan minyak dari Laut Caspia ke Lautan Hindia, di mana setelah Afghanistan dikuasai, maka Pakistan yang sudah menjadi sekutu Amerika akan membolehkan wilayahnya dijadikan perlintasan pipa minyak dari Afghanistan ke Lautan Hindia.
           Tepat lima tahun setelah artikel The Great Game of  the Caspian Sea Oil dibaca orang sedunia, tiba-tiba terjadi peristiwa 11 November 2001 di mana gedung World Trade Center ditabrak pesawat terbang hingga runtuh dengan korban sekitar 3500 orang. Yang aneh, Osama bin Laden, intelijjen didikan ClA yang menjadi pemimpin Al-Qaeda tiba-tiba mengaku bertanggung-jawab atas penyerangan terhadap World Trade Center. Seperti sudah disiapkan, Osama bin Laden tiba-tiba tinggal di Afghanistan. Dan Amerika yang pamer kemarahan terhadap para penyerang gedung World Trade Center segera mewngirim pasukan untuk menangkap Osama bin Laden dan menghancurkan jaringan terroristnya di Afghanistan. Begitulah, ramalan prediktif Andre Gunther Frank bahwa Afghanistan akan diserang dan dikuasai dalam rangka penguasaan jalur minyak dari negara-negara sekitar Laut Caspia ke Lauran Hindia mewujud dalam kenyataan.      
 
  

No comments:

Post a Comment