Search

Loading...

Saturday, 31 December 2011

Umat Islam Rumania di Tengah Perubahan Global

              Menurut sumber-sumber yang banyak beredar di Rumania, Islam pertama kali muncul ketika Pemimpin Sufi Sari as-Saqati datang ke wilayah ini selama Zaman Bizantium. Kehadiran Islam di Utara Dobruja kemudian diperluas oleh Khilafah Usmani yang melihat terjadinya imigrasi berturut-turut. Di Wallachia dan Moldavia, dua kerajaan Danubian, zaman Usmani itu tidak terjadi pertumbuhan jumlah kaum Muslim, yang kehadirannya di sana tetap kecil. Juga pertempuran antara Khilafah Usmani dengan Keksaisaran Habsburg menyebabkan  banyak kaum Muslim pindah ke jantung negeri Islam
              Rumania kemudian muncul pada tahun 1859 sebagai sebuah kesatuan kerajaan-kerajaan Moldavia dan Wallachia. Dobruja Utara menjadi bagian dari Romania setelah Perang Rusia-Turki tahun 1877-1878. Namun selama rezim komunis, kaum muslim Rumania mengalami tindakan-tindakan keras dan penindasan, khususnya dilakukan pengawasan oleh negara. Di bawah tekanan kaum komunis, ternyata kaum Muslim di Rumania berhasil mempertahankan agama mereka. Setelah komunisme runtuh dan Revolusi Rumania terjadi tahun 1989, umat Islam mampu memulai dakwah Islam secara terbuka.

              Agama Islam di Rumania dipeluk oleh hanya 0,3 persen dari penduduknya. Ini  sama dengan sekitar 60.000 orang saja, tetapi memiliki lebih dari 800 tahun tradisi di Dobruja Utara, sebuah daerah di pantai Laut Hitam yang merupakan bagian dari Khilafah Usmani selama hampir lima abad (sekitar tahun 1420-1878). Di Rumania saat ini, sebagian besar pemeluk Islam berasal dari etnis Tatar dan masyarakat keturunan Turki. Sebagian besar Muslim Rumania adalah Sunni yang mengikuti mazhab Hanafi. 97%.  Muslim Rumania adalah penduduk dua wilayah yang membentuk Dobruja Utara: 85 % nya tinggal di Constanţa, dan 12 % di Tulcea. Sisanya terutama mendiami pusat-pusat perkotaan seperti Bucharest, Braila, Calarasi, Galaţi, Giurgiu, dan Drobeta-Turnu Severin.
               Secara keseluruhan, Rumania memiliki 80 masjid, atau, menurut catatan Kementrian Kebudayaan dan Agama Rumania, ada 77  buah mesjid. Kota Constanţa, dengan Mesjid Carol I merupakan tempat Muftiyat, yang adalah pusat Islam Rumania; Mangalia, dekat Constanţa, adalah tempat bagi sebuah masjid monumental yang dibangun pada tahun 1525. Kedua masjid itu diakui Negara sebagai monumen bersejarah, seperti juga yang ada di Hârşova, Amzacea, Babadag dan Tulcea. Ada juga 108 area kuburan Islam di Rumania.
               Setelah Revolusi Rumania tahun 1989, ketika Rumania meninggalkan blok Timur Komunis,  rakyat Rumania memiliki kesempatan untuk menemukan Islam dan merasakan hasilnya. Saat in ada sebanyak 3.000 orang masuk Islam dan jumlah ini meningkat dari hari ke hari. Dengan menjadi mualaf mereka menghadapi masalah tertentu dalam masyarakat yang tidak siap untuk menerima mereka. Sebagian besar kelompok di Rumania memiliki sedikit keinginan untuk mendukung kaum muslim pada umumnya. Karena alasan ini umat Islam di Rumania terpaksa mendirikan sebuah organisasi yang mampu membela dan mempertahankan kebutuhan umat di Rumania. Aliansi Rumania Islam didirikan untuk melindungi dan membela umat  Islam di Rumania.
                Ketika Islam datang ke Eropa, benua itu hidup dalam zaman kegelapan. Eropa Timur tenggelam dalam takhayul, sihir dan ilmu sihir. Islam datang dan membawa suatu keyakinan rasional yang baru yang menghilangkan wilayah itu dari kesengsaraan dan memberikan tujuan hidup bagi penduduknya. Sementara di daratan Eropa tantangannya adalah untuk membela agama ini, masyarakat di Rumania dan di banyak bagian Eropa Timur membutuhkan pembebasan dari kapitalisme dan nasionalisme dan di negeri inilahlah Kaum Muslim Rumania berada di posisi terdepan untuk melaksanakan tugas yang telah dimulai oleh Nabi Muhammad SAW dan kemudian diperluas oleh Khilafah Usmani. Saat ini wajah umat Islam menghadapi isu yang sama secara global, yaitu meluasnya asumsi seputar lenyapnya identitas etnis, bahasa, budaya, agama, dan bahkan territorial agama akibat globalisasi. Itu sebabnya, dalam usaha mempertahankan eksistensi umat Islam di dunia dengan berbagai keragaman identitasnya, umat Islam Rumania harus berdiri bahu membahu dengan umat Islam di seluruh dunia untuk bertahan dari rekayasa global yang ingin melenyapkan identitas kebhinnekaan bangsa-bangsa, termasuk bangsa-bangsa beragama Islam. Semoga Allah memberikan pertolongan-Nya.
Diposting: Izzulfikri M. Anshorullah
Sumber: eramuslim.wordpress.com, www.republika.co.id, www.khilafah.com

No comments:

Post a Comment