Tuesday, 16 February 2016

Situs Biting, Jejak Kebesaran Kerajaan Islam Lumajang

Situs Kerajaan Lamajang di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kec.Sukadana, Kab.Lumajang sudah lama diketahui masyarakat sekitar. Bahkan makam Raja Lumajang Arya Wangbang Menak Koncar dikeramatkan oleh penduduk sekitar beserta putra wayah Raja-raja Lumajang. Namun sebagai obyek penelitian, Situs Biting baru dibicarakan oleh J.Magemen pada tahun 1861. Itu  artinya,  tidak benar anggapan yang mengatakan bahwa  J.Magemen adalah penemu situs Biting, melainkan J.Magemen adalah orang pertama yang meneliti situs Biting..
Pada tahun 1920 A. Muhlenfeld seorang Belanda, diketahui  sebagai orang pertama yang memulai penelitian dengan penggalian dan pendokumentasian Situs Biting. Tidak ada yang mengetahui, kenapa hasil penelitian J.Magemen dan A. Muhlenfeld tidak dipublikasi secara besar-besaran seperti hasil penemuan dalam penelitian situs-situs lain seperti candi Hindu, candi Buddha, reruntuhan keratin dengan umpak-umpak, pintu gerbang, candi patirtaan, prasasti.

Monday, 15 February 2016

Lumajang, Kerajaan Islam Tertua di Jawa

Dalam pelajaran sejarah di sekolah kita didoktrin untuk yakin bahwa kerajaan lslam tertua di Jawa adalah Demak, dengan Raden Patah sebagai raja pertama.
Tidak cukup itu, kita didoktrin untuk yakin bhw Raden Patah adalah anak durhaka karena menyerang kerajaan ayah kandungnya yg beda agama. Sejarah dgn latar konflik inilah yg secara  sistematis diwariskan kolonial Belanda kepada anak2 bangsa lndonesia melalui sekolah.
Bertolak dari sisa2 artefak dan ideofak yg dapat dilacak, kita temukan fakta bhw kerajaan lslam yg awal di Jawa bukanlah Demak, melainkan Lumajang yg menunjuk kurun waktu abad 12 awal, yaitu saat Singasari di bawah Sri Kertanegara.

Sebagaimana disebut dalam prasasti Mula Malurung bhw kerajaan Lumajang yg merupakan bagian dari Singasari dirajai oleh Nararya Kirana, puteri Prabu Seminingrat Wisynuwarddhana. Saudara yg lain adalah Chakrawarddhana yg dirajakan di Madura. Sebagai putera mahkota adalah Kertanegara.

Friday, 22 January 2016

Abu Yusuf Ya'qub al-Kindi, Filsuf Islam Pertama


Abu Yusuf Ya’qub al-Kindi atau yang lebih dikenal sebagai Al-Kindi adalah filsuf pertama yang lahir di kalangan Islam. Al-Kindi lahir di Kufah sekitar tahun 800 M lebih tepatnya 801M dan wafat pada 873 M dalam umur 72 tahun. Al-Kindi memiliki aneka karya dalam bidang Matematika, Filsafat, Musik, Kimia, Kedokteran, Fisika, Psikologi, dan Astronomi.
Al-Kindi berasal dari keluarga bangsawan Irak,  ayahnya adalah gubernur Kufah pada saat itu. Kakek buyut dari Al-Kindi dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad Saw. Al-Kindi  menjadi tokoh pertama yang berhadapan dengan berbagai aksi kejam dan penyiksaan yang dilancarkan oleh para bangsawan religius ortodoks terhadap berbagai pemikiran yang dianggap sesat tetapi Al-Kindi dapat melarikan diri dari usaha kejam itu.

Thursday, 31 December 2015

LESBUMI NU akan gali dan kembangkan seni dan sastra warisan Wali Songo

Dalam Rakor (Rapat Kordinasi) PP Lesbumi NU di Gedung PBNU lt.5, terungkap bahwa pemaknaan seni budaya Islam sangtat sempit, yaitu semua yg bercitra Timur Tengah.
Jadul Maula, ketua PW Lesbumi NU DIY yg juga Wakil Ketua PP Lesbumi NU, menyatakan bahwa saat ia memperjelas makna Seni Islam di Kemenag RI, ternyata hanya dua yang masuk Seni Islam, "Yg dianggap seni Islam hanya Samroh dan Hadrah," kata jadul.
     Semua sepakat Lesbumi NU harus mengidentifikasi secara jelas seni budaya Islam di Indonesia, karena seni budaya warisan Wali Songo sangat banyak menyebar dalam kehidupan masyarakat seperti Wayang Purwa, Wayang Krucil, Wayang Golek, Wayang Menak, Kentrung, Sintren, Debus, Degung, Jaran Kepang, Reog, Bantengan, Ludruk, Ketoprak, Gambang Kromong, yg tidak dikenal pada jaman Majapahit.
     Untuk selanjutnya, dalam Raker (Rapat Kerja) pada akhir Januari 2016, program kerja Lesbumi NU akan lebih komperehensif dan aplikatif, dengan menggali tradisi lisan maupun tulis, termasuk digitalisasi naskah-naskah suluk, serat, babad warisan Wali Songo. - izzulfikri m ansorullah.

Sunday, 13 December 2015

Slametan, Sholawatan dan Sepak Bola Api Sambut Bulan Maulid

Assalamualaikum teman-teman. Sore kemarin (12/12), sejak bakdal Asyar, santri-santri kecil KB-RA Roudlatul Arifin dan MI Tarbiyyatul Arifin sudah memenuhi Langgar Wakaf Sunan Kalijaga di lingkungan pesantren. Dibimbing ustadz Arifin, santri-santri kecil bersholawat diiringi suara rebana al-Banjari, yang ditabuh santri-santri MI.